Ketua SMSI Aceh Kutuk Keras Ancaman Pembunuhan Terhadap Jurnalisa

- Jumat, 11 November 2022 | 18:08 WIB
Ketua SMSI Aceh, Aldi Nainggolan
Ketua SMSI Aceh, Aldi Nainggolan

SATUARAH.CO - Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Aceh Aldin Nainggolan mengutuk keras pengancaman yang dilakukan oleh oknum pengawas proyek Pasar Rejewali, Aceh Tengah, Provinsi Aceh, berinisial AM dan rekannya berinisial RAH. Tindakan AM yang mengancam akan membunuh Jurnalisa, wartawan harian Rakyat Aceh/Kabargayo, sekaligus Ketua SMSI Aceh Tengah, Bener Meriah.

Pasalnya, pengancaman itu merupakan tindakan yang melanggar hukum dan mengancam Kebebasan Pers di Indonesia.

Aldin Nainggolan mengatakan, upaya pengancaman akan membunuh Jurnalisa sembari mendatangi kediaman sang wartawan, merupakan bentuk ancaman nyata yang bukan saja dapat diduga hendak menekan pewarta, tapi sekaligus ingin memberikan tekanan psikologis terhadap keluarga Jurnalisa.

Baca Juga: Dewan Pers dan Polri Teken Kerja Sama Perlindungan Kemerdekaan Pers

Menurut Aldin, ada dua hal yang telah dilanggar oleh pelaku yang mengancam Jurnalisa. Pertama,  telah mengancam akan membunuh. Yang bersangkutan (AM) telah melanggar Pasal 368 ayat 1 KUHP dan perbuatan tidak menyenangkan Pasal 355 KUHP. Pasal itu lengkapnya berbunyi: Barang siapa melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan, atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tidak menyenangkan, atau memakai ancaman kekerasan, sesuatu perbuatan lain maupun perlakuan yang tak menyenangkan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.

Kedua, telah mencoba merampas kebebasan pers. Dengan serta merta AM telah melanggar UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sesuai dengan mandatnya, salah satu fungsi wartawan yaitu mengawasi pembangunan.

Baca Juga: JAM Pembinaan Tinjau Lahan Lokasi Kantor Kejagung di IKN Nusantara

"Bila AM merasa dirugikan oleh pemberitaan yang diterbitkan oleh dunia media terkait proyek yang sedang dia awasi, seharusnya AM dapat meminta hak jawab," tegasnya, Jumat (11/11/22).

Konon lagi, Jurnalisa menurut keterangannya kepada penegak hukum, telah mencoba menghubungi yang bersangkutan sebagai bentuk konfirmasi sebelum berita dikirim ke redaksi, tapi AM tidak menggubris. Maka AM semakin meyakinkan telah bertindak sewenang-wenang. Tindakan kesewenang-wenangan tersebut telah menyalahi aturan, karena yang ia awasi merupakan proyek yang dibiayai dengan anggaran negara.

Baca Juga: Presiden Jokowi Hadiri Pembukaan KTT Asean di Kamboja

Oleh karena itu, SMSI Aceh mendesak penegak hukum mengusut tuntas peristiwa pengancaman pembunuhan tersebut. AM harus mendapatkan hukuman atas perbuatannya yang telah berupaya melakukan peruntuhan kemerdekaan pers, dan mengancam keselamatan jiwa manusia.

"Ancaman seperti ini tidak bisa dibiarkan dan aparat hukum harus menindak tegas. Sebab, bila dibiarkan berlalu begitu saja, maka kasus-kasus serupa yang mengancam kebebasan pers akan terulang kembali," tandas Aldin Nainggolan yang juga Kepala Perwakilan Waspada di Aceh. √

Editor: Budhie

Sumber: SMSI Pusat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Jokowi, Hariman dan Malari

Senin, 16 Januari 2023 | 09:11 WIB

Kilas Balik dan Catatan Akhir Tahun 2022 Hipakad 63

Minggu, 25 Desember 2022 | 15:17 WIB

Catatan Pinggir Raker SMSI Pusat

Rabu, 14 Desember 2022 | 21:30 WIB

Sosok Pj Bupati Bekasi Menurut H Yaman Edie Bair

Rabu, 14 Desember 2022 | 10:10 WIB
X