• Selasa, 9 Agustus 2022

Lestarikan Alam dengan Cara Nuswantara

- Senin, 23 Mei 2022 | 12:49 WIB

Oleh: Indah Rusmiati SH, S. IP, M. M. IP *)

DAHSYAT. Hanya itu kata-kata yang terlintas dalam pikiran, saat seorang kawan menyampaikan inovasi ilmu Nuswantara dalam pertanian yang memungkinkan solusi bagi petani miskin yang tidak mampu membeli pupuk kimia yang saat ini amat sangat mahal.

Penjelasan Prof. Dr. Robert Manurung, guru besar dari ITB, beserta rekan-rekannya, mengupas metode yang belakangan telah sukses dilakukan ribuan petani, benar-benar membawa harapan baru di seminar yang diselenggarakan Kementerian Pertanian Republik Indonesia di Bandung pada tanggal 17 Mei 2022 lalu. 

Dalam seminar itu dijelaskan bagaimana cara mengukur dengan objektif menggunakan tes potensi sel menggunakan foto, sehingga memungkinkan petani yang baru belajar ilmu inipun, mampu langsung melakukan pemilihan bahan yang tepat dari tanaman lokal sekitar, hingga mengukur proses pembuatan ramuan untuk penyubur tanaman tersebut dengan tepat.

Dari penjelasan para pembicara, konsep ramuan ini berbeda dengan pupuk kimia umumnya yang biasanya ditambahkan pada media tanam untuk mencukupi kebutuhan hara yang diperlukan tanaman sehingga mampu berproduksi dengan baik.

Walau tanpa pupuk kimia, ramuan ini tetap mampu membuat tanaman tumbuh subur.

Baca Juga: Irjen Kemenkumham Cek Progres Pembangunan Rutan Semarang Tahap ke 2

Bahkan kedelai yang ditanam dengan ramuan ini walau tanpa pupuk kimiapun, potensi selnya meningkat hingga mampu tumbuh dengan ukuran dan jumlah polong lebih dari 2 kali lipat ukuran biasa.

Jumlah pemakaiannya pun amat kecil. Hanya butuh segenggam dedaunan ditambah air, sudah cukup menghasilkan ramuan untuk kebutuhan berhektar hektar sawah.

Halaman:

Editor: Budhie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lestarikan Alam dengan Cara Nuswantara

Senin, 23 Mei 2022 | 12:49 WIB
X