• Minggu, 3 Juli 2022

Capai 35,34 Miliar Dolar AS, Surplus Neraca Perdagangan RI Tertinggi Sejak 2006

- Selasa, 18 Januari 2022 | 17:15 WIB
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (satuarah.co)
Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto. (satuarah.co)

SATUARAH.CO – Sinergi ekspor dan impor Indonesia tahun 2021 ditutup dengan pencapaian positif pada neraca perdagangan. Desember 2021, Indonesia kembali mengalami surplus sebesar 1,02 miliar Dolar Amerika Serikat (AS). Hal ini membawa tren surplus kembali dapat dipertahankan sejak Mei 2020 atau selama 20 bulan berturut-turut.

Sepanjang 2021, surplus neraca perdagangan Indonesia mencapai 35,34 miliar Dolar AS. Nilai surplus tersebut merupakan rekor tertinggi sejak 15 tahun terakhir atau sejak 2006, di mana pada tahun tersebut nilai surplus mencapai 39,37 miliar Dolar AS.

"Di tengah berbagai ketidakpastian global, Indonesia tetap mampu mencatatkan performa impresif pada neraca perdagangan. Kinerja ini akan meningkatkan resiliensi sektor eksternal Indonesia, sehingga semakin kuat menghadapi berbagai tantangan yang diperkirakan masih berlanjut di tahun ini,” ujar Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, dikutip dari laman Setkab, Selasa (18/1/2022).

Kinerja surplus sepanjang 2021 ditopang dari nilai ekspor yang mencapai 231,54 miliar Dolar AS atau tumbuh double digit sebesar 41,88 persen (year-on-year atau yoy). Hilirisasi komoditas unggulan, seperti turunan produk crude palm oil (CPO), berhasil mendorong performa ekspor Indonesia.

Baca Juga: Mulai 2023, Pemerintah Hapus Tenaga Kerja Honorer

Hal tersebut tercermin dari ekspor komoditas lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15) yang sepanjang 2021 mencapai 32,83 miliar Dolar AS atau meningkat sebesar 58,48 persen (yoy).

Selain CPO, hilirisasi komoditas nikel juga memperkuat performa ekspor Indonesia, dengan pertumbuhan ekspor komoditas nikel dan barang daripadanya (HS 75) mampu tumbuh sebesar 58,89 persen (yoy) menjadi sebesar 1,28 miliar Dolar AS.

Lebih lanjut, dari 10 besar komoditas utama ekspor, komoditas bijih logam, terak, dan abu (HS 26) mengalami pertumbuhan tertinggi yakni 96,32 persen (yoy) menjadi sebesar 6,35 miliar Dolar AS. Diikuti oleh ekspor komoditas besi dan baja (HS 72) yang juga naik signifikan mencapai 92,88 persen (yoy) menjadi senilai 20,95 miliar Dolar AS.

“Pencapaian ini mengindikasikan pemulihan ekonomi Indonesia terus berlanjut. Tercermin pula dari meningkatnya penciptaan nilai tambah pada sektor manufaktur.

Halaman:

Editor: Dudun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Potensi Hujan di Lokasi Samota MXGP 2022

Kamis, 23 Juni 2022 | 19:02 WIB

Samota MXGP 2022 Jadi Ajang Reuni

Rabu, 22 Juni 2022 | 19:42 WIB

Rezeki Warga dari Samota MXGP 2022

Rabu, 22 Juni 2022 | 16:12 WIB

Atraksi Kembang Api Pembukaan Samota MXGP 2022

Senin, 20 Juni 2022 | 16:44 WIB

Samota MXGP 2022 Bangkitkan Pariwisata Sumbawa

Rabu, 15 Juni 2022 | 17:11 WIB
X