• Kamis, 20 Januari 2022

Kasus Wali Kota Bekasi: KPK Dalami Pemilihan dan Ganti Rugi Lahan

- Kamis, 13 Januari 2022 | 22:11 WIB
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (republika.co.id)
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (republika.co.id)

SATUARAH.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami pemilihan lokasi pembangunan polder air di Kota Bekasi, yang ganti rugi lahannya diduga diarahkan langsung dan diintervensi tersangka Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi.

Untuk mendalaminya, KPK memeriksa tersangka Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Bekasi Jumhana Lutfi (JL) yang juga merupakan orang kepercayaan Rahmat Effendi serta tersangka Lai Bui Min (LBM) alias Anen selaku pihak swasta sebagai saksi.

"Yang dikonfirmasi dari keduanya, terkait pemilihan lokasi lahan untuk pembangunan polder air di Kota Bekasi, di mana pada ganti rugi lahan dimaksud diduga ada arahan langsung dan intervensi dari Rahmat Effendi," ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (13/1/2022).

Baca Juga: Hadiri Peresmian Tim Patroli Perintis Presisi, Ini Harapan Plt Wali Kota Bekasi

Selain Rahmat Effendi, Jumhana Lutfi (JL), dan Lai Bui Min (LBM), KPK pada Kamis (6/1/2022) juga menetapkan enam tersangka lain dalam kasus dugaan korupsi terkait pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi.

Mereka adalah Sekretaris Dinas Penanaman Modal dan PTSP M Bunyamin (MB), Lurah Jati Sari Mulyadi (MY), Camat Jatisampurna Wahyudin (WY), Direktur PT ME Ali Amril (AA), Direktur PT KBR Suryadi (SY), serta Camat Rawalumbu Makhfud Saifudin (MS).

Dalam konstruksi perkara, diketahui Pemerintah Kota Bekasi pada 2021 menetapkan APBD Perubahan Tahun 2021 untuk belanja modal ganti rugi tanah dengan nilai total anggaran sebesar Rp286,5 miliar. Ganti rugi itu adalah pembebasan lahan sekolah di wilayah Kecamatan Rawalumbu, Bekasi, senilai Rp21,8 miliar.

Baca Juga: KaOP Sambut Kedatangan Kapal Terbesar MC MSC Tianshan di Pelabuhan Tanjung Priok

Di samping itu, juga ada pembebasan lahan Polder 202 senilai Rp25,8 miliar dan lahan Polder Air Kranji senilai Rp21,8 miliar. Ada pula ganti rugi lain dalam bentuk tindakan melanjutkan proyek pembangunan gedung teknis bersama senilai Rp15 miliar.

Halaman:

Editor: Dudun

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdinand Hutahaean Terancam 10 Tahun Penjara

Selasa, 11 Januari 2022 | 02:01 WIB

BREAKING NEWS: Ferdinand Hutahaen Ditahan

Selasa, 11 Januari 2022 | 01:48 WIB

Ferdinand Hutahaean Yakin Tak Mungkin Jadi Tersangka

Senin, 10 Januari 2022 | 21:35 WIB
X