• Jumat, 20 Mei 2022

Tanggapi Pernyataan Ade Puspitasari, KPK Sebut Punya Dokumentasi Detail Penangkapan Wali Kota Bekasi

- Senin, 10 Januari 2022 | 21:13 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022). KPK menahan Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya usai ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintaha Kota Bekasi dengan barang bukti uang sebesar Rp3 miliar dan buku tabungan dengan saldo Rp2 miliar. (republika.co.id)
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (tengah) mengenakan rompi tahanan KPK usai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Kamis (6/1/2022). KPK menahan Rahmat Effendi dan delapan orang lainnya usai ditetapkan sebagai tersangka setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dalam kasus pengadaan barang dan jasa serta lelang jabatan di Pemerintaha Kota Bekasi dengan barang bukti uang sebesar Rp3 miliar dan buku tabungan dengan saldo Rp2 miliar. (republika.co.id)

SATUARAH.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan, penangkapan Wali Kota Bekasi nonaktif Rahmat Effendi telah sesuai hukum.

Hal tersebut disampaikan guna menanggapi pernyataan putri Rahmat Effendi, Ade Puspitasari, yang mengeklaim tidak ada transaksi suap yang berlangsung saat ayahnya terjaring operasi tangkap tangan (OTT) di rumah dinas.

"Kami tegaskan seluruh kegiatan tangkap tangan KPK tersebut dilakukan sesuai prosedur hukum yang berlaku," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, di Jakarta, Senin (10/1/2022).

Baca Juga: SESMI DKI Gelar FGD Soal Sejarah Syarikat Islam dan Perkembangan Zaman Era Kekinian

Dia mengatakan, KPK memiliki dokumentasi secara detail baik foto maupun video dalam proses tangkap tangan tersebut. Dia menyebutkan, terlihat jelas dan terang pihak-pihak yang diringkus dalam OTT beserta dengan barang buktinya.

Ali menjelaskan, proses OTT adalah pihak yang diamankan sedang melakukan tindak pidana, segera atau sesudah beberapa saat melakukan, sesaat kemudian diserukan oleh khalayak, atau sesaat kemudian padanya ditemukan benda yang diduga keras telah dipergunakan untuk melakukan tindak pidana.

"Kami mengingatkan pihak-pihak agar tidak beropini dengan hanya berdasarkan persepsi dan asumsi yang keliru atau sengaja dibangun," katanya.

Baca Juga: Tanpa Ada THL, Front Office DPMPTSP Kab Bekasi jadi Sepi

Sebelumnya, dalam sebuah video di yang tersebar di media sosial, Ade menyebut, tidak ada uang atau tindak pidana saat KPK melakukan OTT terhadap Rahmat Effendi. Dia mengatakan, tidak ada uang sepeser pun yang dibawa bersama Rahmat Effendi saat diringkus KPK.

Halaman:

Editor: Dudun

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Namanya Dicatut, Sekda Kota Bekasi Angkat Bicara

Minggu, 17 April 2022 | 16:53 WIB
X