• Kamis, 20 Januari 2022

Berantas Mafia Tanah di Cakung, Komisi III DPR Yakin Kapolri Punya Strategi Jitu

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 17:54 WIB
Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, menyambut baik langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia tanah. (dpr.go.id)
Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, menyambut baik langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia tanah. (dpr.go.id)

SATUARAH.CO – Anggota Komisi III DPR, Arteria Dahlan, menyambut baik langkah Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk memberantas mafia tanah. Untuk itu, dia yakin Kapolri memiliki strategi jitu dalam menuntaskan kasus mafia tanah Cakung.

“Ini kan polisi bekerja, kita yakin ini Kapolri punya peta yang baik dan masalah mafia tanah ini. Jadi akan diberantas secara cermat dan keadilan. Kan sudah jelas, pemainnya siapa saja. Jangan sampai nanti nalar publik terganggu. Tapi saya yakin, Pak Listyo Sigit ini punya strategi yang jitu,” katanya, dilansir satuarah.co dari telusur.co.id, Sabtu (8/1/2022).

Pernyataan Arteria terkait dengan Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri telah menetapkan sepuluh orang tersangka kasus mafia tanah Cakung, Jakarta Timur.

Penersangkaan berihwal dari laporan Direktur PT Salve Veritate. Dari sepuluh tersangka, sembilan di antaranya adalah pegawai dan pensiunan Badan Pertanahan Nasional (BPN). Satu orang lainnya berprofesi sebagai sopir taksi online.

Baca Juga: Berpotensi Timbulkan Permusuhan, GP Ansor Minta Polri Tindak Tegas Ferdinand Hutahaean

Sejumlah kejanggalan mengemuka dalam kasus ini, mengingat Direktur Utama PT Salve Veritate yakni Benny Tabalujan sudah dijadikan sebagai tersangka kasus mafia tanah Cakung di Polda Metro Jaya dan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) karena diduga berada di luar negeri. Sampai kini Benny juga belum juga ditangkap untuk menjalani proses hukum.

Meski begitu, Arteria yakin mereka yang bermain dan mencoba bermain tanah tidak akan bisa berlama-lama melakukan aksinya. Hanya saja, dia berharap, niat baik Kapolri dapat ditafsirkan, dipahami dan dijalankan secara tegak lurus oleh jajaran Polri sampai ke bawah.

Tujuannya adalah kebenaran dan keadilan substantif, bukan keadilan prosedural untuk mencari barang siapa.

Terkait dugaan ada oknum di tubuh Polri yang terlibat, politisi PDIP ini menyerahkannya pada sistem pengawasan di internal Polri. Namun, pihaknya tetap akan mengawal pengawasan tersebut.

Halaman:

Editor: Dudun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdinand Hutahaean Terancam 10 Tahun Penjara

Selasa, 11 Januari 2022 | 02:01 WIB

BREAKING NEWS: Ferdinand Hutahaen Ditahan

Selasa, 11 Januari 2022 | 01:48 WIB

Ferdinand Hutahaean Yakin Tak Mungkin Jadi Tersangka

Senin, 10 Januari 2022 | 21:35 WIB
X