• Senin, 29 November 2021

Kunjungi Kampung Nelayan Oesapa NTT yang Dihantam Siklon Seroja, Ini Catatan Kepala BMKG

- Senin, 22 November 2021 | 13:50 WIB
Kepala BMKG Dwikorita  Karnawati saat mengunjungi Kampung Nelayan Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihantam Siklon Seroja, April 2021 lalu. (SATUARAH.CO/MUFRENI)
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati saat mengunjungi Kampung Nelayan Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihantam Siklon Seroja, April 2021 lalu. (SATUARAH.CO/MUFRENI)

SATUARAH.CO - Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengunjungi Kampung Nelayan Oesapa, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dihantam Siklon Seroja, April 2021 lalu.

Saat kejadian tersebut tercatat sebanyak 181 korban meninggal di seluruh wilayah NTT akibat Siklon Tropis Seroja. Kampung Nelayan Oesapa merupakan kampung pesisir di bibir pantai namun memiliki data korban jiwa paling minim, karena pemahaman penerimaan pesan tanda-tanda badai dari BMKG mampu diterjemahkan dengan baik.

"Untuk kesekian kalinya, kami BMKG meninjau langsung wilayah terdampak Siklon Tropis Seroja di kampung Nelayan Oesapa, Kupang, NTT yang terjadi pada April lalu, untuk mempelajari data-data lokasi yang terdampak bencana," kata Dwikorita, Senin (22/11/21).

Dwikorita nampak takjub atas penanganan dan respons masyarakat kampung nelayan karena mampu memitigasi datangnya badai Siklon Seroja dengan baik.

Baca Juga: Hindari Makanan dan Minuman Ini, Asam Lambung Dijamin Cespleng

Ia mengatakan, kecerdasan masyarakat kampung nelayan dalam memahami gejala akan datangnya siklon tropis, dikarenakan beberapa tokoh kampung nelayan pernah mengikuti Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) yang diselenggarakan oleh BMKG sejak 2017.

Namun, Dwikorita memberikan catatan bahwa ia menyayangkan fasilitas pemenuhan mitigasi bencana di Kampung Nelayan Oesapa masih sangat minim.

Ia mencontohkan, perlengkapan dan lokasi untuk pengamanan kapal-kapal dari fenomena siklon tropis belum tersedia, sehingga banyak kapal yang hancur diterpa siklon tropis.

"Jangankan untuk pengamanan kapal, fasilitas untuk mengamankan jiwa untuk evakuasi ketika siklon tropis terjadi saja di kampung ini belum tersedia pada saat itu, namun untungnya inisiatif menggunakan sekolah sebagai lokasi evakuasi mampu menampung banyak masyarakat," ujarnya.

Halaman:

Editor: Budhie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

109 Tahun Muhammadiyah, Simak Pendapat Puan Maharani

Kamis, 18 November 2021 | 16:06 WIB

Membuat Media Siber, Ini Catatan Hendry Ch Bangun

Selasa, 16 November 2021 | 12:30 WIB

Jajal Sirkuit Mandalika, Ini Pengakuan Presiden Jokowi

Sabtu, 13 November 2021 | 09:42 WIB
X