• Jumat, 20 Mei 2022

Dukung Bahar Bin Smith Dipenjara, Ferdinand Hutahaean Kini Ikut Masuk Bui

- Rabu, 12 Januari 2022 | 12:30 WIB
Aktivitas media sosial Ferdinand Hutahaean menjadi tersangka kasus ujaran kebencian. (republika.co.id)
Aktivitas media sosial Ferdinand Hutahaean menjadi tersangka kasus ujaran kebencian. (republika.co.id)

SATUARAH.CO – Aktivis media sosial Ferdinand Hutahaean resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian yang dilakukan melalui akun Twitter @FerdinandHaean3.

Seusai menjalani pemeriksaan 13 jam di Satuan Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri pada Senin (10/1/2022) malam WIB, Ferdinand akhirnya dimasukkan ke dalam Rutan Mabes Polri Cabang Jakarta Pusat.

Sebelum diperiksa dan ditetapkan sebagai tersangka, Ferdinand beberapa kali mengomentari penetapan tersangka dan penahanan Bahar bin Smith oleh Polda Jawa Barat pada Senin (3/1/2022) malam WIB. Menurut Ferdinand, penahanan yang dilakukan polisi terhadap Bahar merupakan tindakan tepat.

Baca Juga: Hadiri Natal, Ketum GAMKI Apresiasi Dubes Palestina dan Wamenag

"Pola pikirnya sempit! Penahanan itu bukan hanya soal kabur, tapi juga soal keadilan dan tidak mengulangi perbuatan yang sama. Bahar dalam beberapa kali ceramah selalu provokatif jadi wajar penyidik menahan," kata Ferdinand lewat akun Twitter, FerdinandHaean3.

Dia pun mengkritik pakar hukum Refly Harun yang mempertanyakan mengapa polisi bergerak cepat menahan Bahar. Menurut Ferdinand, langkah polisi menahan Bahar sudah tepat. "Saudara Refly tak usah membangun opini seolah Polri zalim. Dalam hal ini Polri sudah benar!" kata Ferdinand.

"Omong kosongmu makin tidak terkendali Ref. Buktinya kau belum dipenjara. Kalau mudah seperti yang kau sebut, tentu kau pun sudah dipenjara. Soal Bahar itu pidana murni, ujaran kebencian dan penyebaran hoaks yang memang tidak boleh dibiarkan. Masa kau seorang doktor hukum tidak paham soal ini?" kata Ferdinand yang mengomentari berita tentang Refly yang membahas penahanan Bahar.

Baca Juga: Bahlil Wacanakan Pilpres Mundur, Pengamat: Ini Sudah Tidak Sehat

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan menjelaskan, penyidik Dittipidsiber Bareskrim Polri resmi menetapkan Ferdinand sebagai tersangka kasus ujaran kebencian mengandung suku, agama, ras, antargolongan (SARA) pada Senin malam. Dia menyebutkan, setelah penetapan tersangka penyidik melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Ferdinand.

Halaman:

Editor: Dudun

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Namanya Dicatut, Sekda Kota Bekasi Angkat Bicara

Minggu, 17 April 2022 | 16:53 WIB
X