• Jumat, 9 Desember 2022

Wacana Pelarangan Ekspor Timah, Ini Menurut Sekjen PP Hikmahbudhi

- Selasa, 13 September 2022 | 22:07 WIB

SATUARAH.CO - Pemerintah Presiden Joko Widodo mewacanakan bahwa Indonesia akan menghentikan ekspor timah pada awal tahun 2023 mendatang. Wacana tersebut menuai banyak kendala, mulai dari belum siapnya industri hilir yang memadai, potensi hilangnya penerimaan negara, hingga amukan masyarakat yang kehilangan pekerjaan mengingat timah menjadi komoditi yang banyak ditambang. 

Bahkan menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin, pihaknya tengah menyusun bahan-bahan yang akan oleh Menteri ESDM RI ke Presiden RI Joko Widodo untuk dijadikan bahan pertimbangan Presiden terkait rencana penghentian ekspor timah di awal tahun depan.

Baca Juga: Bidang Hukum SMSI Bersama Dewan Pers dan Tim Mabes Polri Bahas Tindaklanjut Implementasi MoU

Menurutnya, ekspor timah memberi dampak pada penerimaan negara. Dari ekspor timah, negara mendapatkan beberapa pos penerimaan, seperti: Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Bumi Bangunan (PBB), Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bea keluar, royalty, serta dividen dari BUMN timah.

Royalti timah pada tahun 2021 mencapai Rp.1,17 triliun. Realisasi tersebut naik lebih dari dua kali lipat jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp 545 miliar. Merujuk data Kementerian ESDM RI, dari Rp.1,17 triliun tersebut, sebanyak 35% atau Rp.395,8 miliar disumbang oleh PT. Timah Tbk (TINS).

Baca Juga: Warga Kesal, Jalan Pertamina Kedaung Babelan yang Tergenang Air Ditanam Pohon Pisang

Melihat fakta tersebut, Ravindra selaku Sekretaris Jenderal PP Hikmahbudhi mengharapkan agar kebijakan menghentikan ekspor dipertimbangkan kembali, mengingat masih banyak hal yang harus dipersiapkan oleh pemerintah.

“Menyetop ekspor timah ini dapat berimbas turunnya penerimaan negara. Program hilirisasi juga belum terlalu tampak hasilnya. Untuk itu sebelum ada kejelasan terkait industri hilir dari timah, ada baiknya pemerintah mempertimbangkan kebijakan ini. Apalagi banyak sekali rakyat yang bergantung pada sektor ini," kata Ravindra, Selasa (13/9/22). 

Baca Juga: Pimpin Sertijab Empat Perwira, Ini Pesan Kapolres Subang

Halaman:

Editor: Budhie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X