Lapor Pak Pj Bupati Bekasi, Atap Gedung SDN Sukamekar 03 Ambruk, Bikin Resah Murid dan Guru

- Kamis, 19 Januari 2023 | 19:29 WIB
Kondisi atap si bangunan SDN Sukawangi 03 (satuarah.co)
Kondisi atap si bangunan SDN Sukawangi 03 (satuarah.co)

SATUARAH.CO - Kelayakan kondisi gedung sekolah harus menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dalam hal ini Pj Bupati Bekasi. Pasalnya, hingga tahun 2023 ini, rupanya masih ada gedung sekolah yang mengalami rusak berat. Seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Sukamekar 03, Kecamatan Sukawangi.

Padahal, menurut pihak sekolah, permohonan rehab berat sudah diusulkan beberapa kali hingga 2022 lalu. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda adanya perbaikan bangunan sekolah tersebut.

"Prihatin melihat kondisi bangunan sekolah rusak yang nyaris ambrol seperti itu," keluh H Sanan Ragil, Komite SDN Sukawangi 03, Kamis (19/1/23).

Baca Juga: JAM Pidum Setujui 9 Pengajuan Keadilan Restoratif

Menurut Sanan, bangunan sekolah ini sudah keropos akibat termakan usia. Selain kusen jendela yang lapuk, atap eternit, kaso, plafon dan genting pun sudah berjatuhan. Ini sangat dikhawatirkan para wali murid yang anaknya bersekolah di sini. Sehingga, katanya, perlu ada perbaikan bangunan sekolah yang rusak ini.

(satuarah.co)

"Nah, kalau sampai terjadi menimpa murid-murid atau guru, siapa yang harus bertanggung jawab," ungkapnya.

Hal itu dibenarkan Rohati salah satu guru di sekolah tersebut. Dikatakannya, pada waktu itu, ada pihak Dinas dari Kabupaten Bekasi pernah survei lokasi dan melihat lihat keberadaan bangunan sekolah yang rusak.

"Iya, bangunan sekolah ini akan mendapat prioritas untuk perbaikan karena kondisinya rusak berat. Kata pihak Dinas dari Kabupaten Bekasi saat itu," beber Rohati.

Baca Juga: Buronan Korupsi Pengadaan Alkes RSUD Data Kota Makasar Diamankan Tim Tabur Kejagung

Lama kelamaan kondisi bangunan sekolah semakin rusak parah, lantaran lama tak kunjung diperbaiki, padahal kondisi bangunan itu rapuh termakan usia, hingga atap 4 ruang sekolah  ambruk. Di antaranya 3 ruang kelas 1, 2, 3 dan 1 ruang guru (kantor).

Sementara itu, sambil menunggu gedung sekolah itu diperbaiki, ruang guru yang kondisi rusak itu masih digunakan.

"Yah, dari pada tidak ada ruangan, terpaksa ruang yang rusak ini dipakai juga  buat aktivitas kantor meskipun hujan bocor, panas kepanasan tapi kalau ada angin guru guru ini pada keluar semua karena takut tertimpa bangunan," keluhnya.

Saat ini, pihak sekolah menerapkan sistem shift untuk kegiatan belajar dan mengajar (KBM). Dari 142  jumlah siswa  yang ada di sekolah itu, untuk kelas 1, 2 dan 3 masuk pagi sampai siang, dan kelas 4, 5, 6 masuk siang sampai sore.

Halaman:

Editor: Budhie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X