• Senin, 29 November 2021

Ada Indikasi Markup Anggaran Rutilahu Pebayuran, TFL dan Camat Kompak Diam

- Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:02 WIB
Ilustrasi Rutilahu  (Bhulle)
Ilustrasi Rutilahu (Bhulle)

SATUARAH.CO - Pekerjaan perbaikan rumah tidak layak huni atau rutilahu di Desa Sumbereja, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi terindikasi adanya mark up anggaran.

Dugaan indikasi adanya mark up karena penerima manfaat tidak mengetahui besaran anggaran perbaikan rutilahu.

“Saya tidak tahu bang. Berapa besaran anggaran yang saya terima dan sumber anggarannya. Saya cuma menerima kiriman barang matrial saja,” kata salah seorang penerima manfaat yang enggan menyebutkan identitasnya.

Baca juga: Soal Anggaran DAK, DPR: Banyak Temuan Tidak Diketahui

Selain itu, dirinya pun menyebut jika dirinya tidak menerima nota pembelian barang dari toko bangunan.

“Nota dari matrial (toko bangunan-red) juga saya tidak menerima,” pungkasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Pebayuran, Mawardi mengatakan, program rutilahu yang diterima 140 warga Kecamatan Pebayuran bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD tahun 2021 melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan).

Baca juga: SDN di Pebayuran Didatangi KPK, Dua Anggota DPRD Kab Bekasi Dipanggil

“Ada 12 di Kecamatan Pebayuran yang mendapat bantuan perbaikan rumah tidak layak huni, total ada 140 rumah,” kata Mawardi melalui telpon aplikasi WhatsApp.

Halaman:

Editor: Hamdan Bhulle

Sumber: koransidak.com

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Lawan Informasi Hoaks, MUI DKI Bentuk Pasukan Siber

Minggu, 21 November 2021 | 20:34 WIB
X