• Jumat, 20 Mei 2022

Angka Resiko Keluarga Stunting Masih Tinggi, BKKBN Kerahkan 200 Ribu TPK

- Kamis, 12 Mei 2022 | 18:28 WIB
Kepala BKKBN Dr (CH)  dr Hasto Wardoyo SpGO (K), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Subang Ruhimat saat acara Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak di Alun - alun Kabupaen Subang (SATUARAH.CO/DENY SUHENDAR)
Kepala BKKBN Dr (CH) dr Hasto Wardoyo SpGO (K), Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Bupati Subang Ruhimat saat acara Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak di Alun - alun Kabupaen Subang (SATUARAH.CO/DENY SUHENDAR)

SATUARAH.CO - Dalam apel Siaga Tim Pendamping Keluarga (TPK) Nusantara Bergerak yang digelar di alun - alun Kabupaten Subang, Jawa Barat, 12 Mei 202, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan angka risiko keluarga stunting di Indonesia masih tinggi, sebanyak 21,9 Juta Keluarga Berisiko Stunting.

Karena itu BKKBN untuk menekan angka resiko keluarga stunting, target menjadi 14 persen di tahun 2024, mengerahkan 600 ribu personil yang tergabung dalam 200 ribu TPK.

Kepala BKKBN Dr (CH) dr Hasto Wardoyo SpOG (K) mengatakan, Apel Siaga TPK Nusantara Bergerak ini, tiada lain untuk mencari solusi secara bersama menekan angka resiko keluarga stunting di Indonesia yang tetap masih tinggi dan target untuk menurunkan angka stunting.

Baca Juga: PBHMI Minta Polisi Tangkap Penyebar Hoax Narasi Menag Minta Dana Haji untuk IKN

Target untuk menekan angka stunting dengan mengerahkan 600 ribu personel yang tergabung dalam 200 ribu tim TPK tugasnya adalah melakukan penyuluhan, memfasilitasi pelayanan rujukan dan memfasilitasi pemberian bantuan sosial serta melakukan surveilans kepada sasaran keluarga berisiko stunting termasuk juga melakukan pencatatan dan pelaporan hasil pendampingan dan pemantauan keluarga berisiko stunting.

"Ya, untuk para keluarga jangan khawatir karena para TPK ini sudah kami berikan pelatihan tentang bagaimana cara mendampingi keluarga. Para keluarga yang nantinya didatangi dan didampingi juga tidak perlu khawatir karena TPK ini umumnya adalah unsur PKK, bidan atau kader KB yang sudah dikenal oleh warga sekitar," ujar Dr. Hasto.

Dikatakan Dr Hasto, berdasarkan data survei status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) tahun 2021, prevalensi stunting saat ini masih berada pada angka 24,4 persen dan angka ini masih tinggi dari standar WHO yaitu sebesar 20 persen.

Menurutnya ke-600 ribu personel yang tergabung dalam 200 ribu tim TPK ini, direkrut oleh kepala desa/lurah dari seluruh Indonesia, dan adapun pemilihan unsur-unsur TPK tersebut sejalan dengan kemampuan mereka untuk mendampingi keluarga dan faktor kedekatan mereka dengan para keluarga. Bidan, memiliki kemampuan memberikan pelayanan, dan sekaligus sebagai koordinator lapangan.

Baca Juga: Gandeng Dinkes Skrining 1.300 Warga Binaan, Begini Kata Lapas Cikarang

Halaman:

Editor: Budhie

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sah, Ahmad Taufik Pimpin Karang Taruna Jawa Barat

Kamis, 21 April 2022 | 08:21 WIB

PPLIPI Jabar Gelar P2LIPI Festival 1.0

Selasa, 22 Maret 2022 | 20:48 WIB
X