• Kamis, 20 Januari 2022

Kasus Ferdinand, Pakar: Polri Harus Bertindak Lebih Keras Dibanding Bahar Smith

- Sabtu, 8 Januari 2022 | 00:29 WIB
Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda. (republika.co.id)
Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda. (republika.co.id)

SATUARAH.COPakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda, menilai kasus ujaran kebencian dan SARA seperti yang dilakukan pengiat Medsos Ferdinand Hutahaean menjadi ujian bagi Polri dalam menerapkan visi dan slogan presisi yang diusung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Menurut dia, slogan itu belum dipraktekkan secara penuh. "Slogannya tepat, prakteknya belum," kata Pakar Hukum Pidana Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Chairul Huda kepada wartawan, Jumat (7/1/2022).

Dalam beberapa bulan ketika baru menjabat, Kapolri Sigit memang menunjukkan bagaimana penindakan dan sanksi kepada seluruh oknum polri yang melanggar tugas dan tanggung jawabnya.

Baca Juga: Senin, Ferdinand Hutahaean Diperiksa Bareskrim

Hal ini, menurut dia, bahkan mendapat apresiasi luar biasa di mata publik. Sehingga memunculkan harapan polri mulai berbenah, menerapkan hukum yang berlaku sama untuk semua.

Chairul Huda mengungkapkan, harapan publik atas perbaikan polri dengan slogan presisi Kapolri. "Tanpa membedakan anggota atau tidak, agama, suku afiliasi politik, dan lain lain," ujarnya.

Namun dalam perjalanan, untuk kasus ujaran kebencian, polri kembali diuji. Ia mengungkapkan ketika polri kembali bersikap tegas kepada Habib Bahar bin Smith, publik masih menaruh positif.

Baca Juga: Usai Geledah Pemkot Bekasi, Penyidik KPK Bawa Dua Koper Berisi Berkas

Namun ketika muncul ujaran kebencian mengandung SARA dari pegiat sosial media Ferdinand, publik menuntut hal serupa.

Halaman:

Editor: Dudun

Sumber: republika.co.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdinand Hutahaean Terancam 10 Tahun Penjara

Selasa, 11 Januari 2022 | 02:01 WIB

BREAKING NEWS: Ferdinand Hutahaen Ditahan

Selasa, 11 Januari 2022 | 01:48 WIB

Ferdinand Hutahaean Yakin Tak Mungkin Jadi Tersangka

Senin, 10 Januari 2022 | 21:35 WIB
X