• Selasa, 26 Oktober 2021

Romo Aan: Gereja Paroki Ibu Teresa Bukan Terbesar di Asia

- Sabtu, 18 September 2021 | 20:13 WIB
Romo Aan bersama Pimpinan Pondok Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), KH Ahmad Nurul Huda, saat menghadiri Milad PMI ke-8 di Bekasi, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist). (Dudun Hamidullah)
Romo Aan bersama Pimpinan Pondok Pesantren Motivasi Indonesia (PMI), KH Ahmad Nurul Huda, saat menghadiri Milad PMI ke-8 di Bekasi, beberapa waktu lalu. (Foto: Ist). (Dudun Hamidullah)

SATU ARAH.CO – Kepala Paroki Ibu Teresa Cikarang, Keuskupan Agung Jakarta, Romo Antonius Suhardi Antara mengatakan, pembangunan gereja sama sekali tidak dimaksudkan sebagai upaya kristenisasi. Melainkan lebih kepada peneguhan keimanan umat kritistiani, agar bisa berdampingan secara harmonis dengan pemeluk agama lainnya.

Hal tersebut dikatakan Romo Antonius Suhardi Antara, saat diwawancarai satuarah.co di kediamannya, Sabtu (18/9/2021). Menurut dia, memang ada yang beranggapan kalau mendukung pembangunan gereja, berarti telah murtad.

"Tidak, tidak sama sekali. Karena kami tak bermaksud mencampuradukkan iman seseorang," kata Romo Aan, sapaan akrabnya.

Dijelaskan Romo Aan, belasan ribu jemaat sudah 14 tahun menantikan tempat ibadah yang permanen. "Kami berharap Bupati Bekasi berkenan untuk merekomendasikan pembangunan, sebagai wujud toleransi, kerukunan dan kebebebasan dalam menjalankan ibadah setiap agama," tuturnya.

Mengenai Gereja Katolik Paroki Ibu Teresa di Desa Cibatu, Cikarang Selatan yang konon katanya terbesar se-Asia, Romo Aan tegas membantah.

"Kami perlu meluruskan, bangunan gereja ini nantinya bukan yang terbesar di Asia, karena lahannya pun hanya 7000 meter persegi. Di antaranya, untuk gereja, aula dan rumah pastor. Yang jelas, ini akan jadi gereja yang ramah lingkungan," katanya.

Bukan hanya Romo Aan yang berharap Penjabat Bupati Bekasi, Dani Ramdan memberikan rekomendasi dan mengeluarkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk pembangunan Gereja Katolik Paroki Ibu Teresa Cikarang.

Melainkan juga belasan ribu jemaat Katolik Paroki Ibu Teresa Cikarang menantikan bangunan gereja permanen. Mereka berharap Pemkab Bekasi bisa segera memberikan rekomendasi dan mengeluarkan IMB yang telah diajukan sejak 2007 lalu.

Romo Aan menyebut, pihaknya telah sabar menanti persetujuan Pemkab Bekasi. "Kami berharap pemerintah bisa segera keluarkan rekomendasi, karena yang kami lakukan sudah sesuai dengan Peraturan Bersama Dua Menteri (PBM) Nomor 09 dan 08 Tahun 2006, bahwa IMB bisa dikeluarkan sepanjang warga di sekitar setuju dan jumlah jemaatnya pun signifikan," katanya.

Halaman:

Editor: Dudun

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Dicoret dari BLT Subsidi Gaji, Ini Alasannya

Selasa, 19 Oktober 2021 | 15:59 WIB
X